Kompos cacing atau vermicompost adalah
pupuk yang berasal dari kotoran cacing (vermics). Pupuk ini dibuat
dengan memelihara cacing dalam tumpukan sampah organik hingga cacing
tersebut berkembang biak di dalamnya dan menguraikan sampah organik
dan menghasilkan kotoran. Proses ini dikenal sebagai vermiksisasi (Murbandono,
1994). Proses pembuatan kompos jenis ini tidak berbeda dengan pembuatan kompos
pada umumnya; yang membedakan hanya starternya yang berupa cacing.
Kompos cacing dapat menyuburkan tanaman karena kotoran cacing
memiliki bentuk dan struktur yang mirip dengan tanah namun ukuran
partikel-partikelnya lebih kecil dan lebih kaya akan bahan organik sehingga
memiliki tingkat aerasi yang tinggi dan cocok untuk dijadikan media tanam.
Kompos cacing memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dengan bahan organik
yang diurainya.
Spesies cacing yang umum digunakan dalam proses ini
diantaranya Eisenia foetida, Eisenia hortensis,
dan Perionyx excavatus, namun cacing biasa (Lumbricus terestris)
juga dapat digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar