Kamis, 04 Desember 2014

Cara Budidaya Tanaman Lada

Lada hitam (Piper nigrum) adalah jenis tanaman merambat dalam keluarga Piperaceae. Dari tanaman pala yang diambil adalah buahnya kemudian dikeringkan dan digunakan sebagai perlngkapan bumbu. Buah, yang dikenal sebagai lada ketika kering, berukuran diamter sekitar 5 mm. Berwarna merah tua saat matang penuh. Biji merica, dan merica bubuk berasal dari penggilingan buah lada kering.
Lada telah digunakan sebagai bumbu di India sejak zaman prasejarah. Lada berasal dari India dan telah dikenal untuk memasak di India setidaknya sejak 2000 SM.  Catatan J. Innes Miller bahwa meskipun lada ditumbuhkan di Thailand selatan dan di Malaysia, sumber yang paling penting adalah India, khususnya Pantai Malabar, di tempat yang sekarang negara bagian Kerala. Perdagangan yang berharga lebih baik, sering disebut sebagai “emas hitam” dan digunakan sebagai bentuk uang komoditas. The “sewa lada” istilah masih ada hingga sekarang.

Sejarah kuno lada hitam sering saling terkait dengan (dan bingung dengan) bahwa lada panjang, buah kering dari Piper longum erat terkait. Bangsa Romawi tahu baik dan sering disebut baik sebagai hanya “piper”. Bahkan, ia tidak sampai penemuan Dunia Baru dan paprika chile bahwa popularitas lada panjang seluruhnya ditolak. Paprika Chili, beberapa di antaranya ketika kering mirip dalam bentuk dan rasa untuk lada panjang, lebih mudah tumbuh di berbagai lokasi yang lebih nyaman ke Eropa.

Sampai dengan baik setelah Abad Pertengahan, hampir semua lada hitam yang ditemukan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara berasal dari wilayah Malabar India. Pada abad ke-16, karena pengaruh Portugis, lada tersebar ke Indonesia, Madagaskar, Malaysia, dan di tempat lain di Asia Tenggara, tetapi daerah-daerah yang diperdagangkan terutama dengan China, atau lada digunakan secara lokal. Pelabuhan di daerah Malabar juga berfungsi sebagai pemberhentian sebagian besar perdagangan rempah-rempah lainnya dari wilayah timur di Samudera Hindia.

Lada Hitam berasal dari India dan dibudidayakan secara luas di sana dan di tempat lain di daerah tropis. Saat ini Vietnam adalah negara produsen dan pengeskpor terbesar di dunia. Produksi vietnam mencapai 34% dari tanaman Piper nigrum dunia pada 2008.

Lada kering telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai bumbu dan sebagai obat. Lada hitam adalah rempah-rempah dunia yang paling diperdagangkan. Ini adalah salah satu rempah-rempah yang paling umum ditambahkan ke dalam masakan Eropa dan belahan dunia lainnya. Pedasnya lada hitam adalah karena kandungan kimia piperin. Ini dapat ditemukan di hampir setiap meja makan di dunia industri, sering bersama garam meja.

Lada hitam dihasilkan dari buah drupes (tipe buah yang memiliki satu biji) mentah masih hijau dari tanaman lada. Cara pengolahannya adalah dimasak sebentar dalam air panas, untuk membersihkan dan mempersiapkannya untuk pengeringan. Panas dapat memecah dinding sel lada, mempercepat kerja enzim kecoklatan selama pengeringan. Setelah itu dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan mesin selama beberapa hari. Buah lada akan menyusut dan keriput dengan warna hitam. Setelah kering, rempah-rempah ini disebut lada hitam.

Tanaman lada adalah jenis tanaman merambat yang dapat tumbuh empat meter dengan bertopang pada pohon, tiang, atau teralis. Lada hitam tumbuh di tanah yang tidak terlalu kering atau rentan terhadap banjir, lembab, dan kaya bahan organik. Tanaman lada dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian kurang dari 3000 kaki di atas permukaan laut.

Budidaya tanaman lada dilakukan dengan stek sekitar 40 sampai 50 cm panjang, diikat ke tiang atau pohon sebagai tempat merambatnya. Pohon dengan kulit kasar  lebih disukai, dibanding pohon yang berkulit halus. Tunas dipangkas dua kali setahun. Pada tanah kering tanaman muda membutuhkan penyiraman setiap hari selama musim kemarau untuk tiga tahun pertama. Tanaman berbuah pada tahun keempat atau kelima, dan biasanya terus berbuah selama tujuh tahun. Satu batang tanaman lada akan menghasilkan  20 sampai 30 rumpun buah. Panen dimulai segera setelah satu atau dua buah di dasar dari rumpun mulai berubah menjadi merah. Apabila terlambat dan buah sudah matang, buah lada akan kehilangan kepedasan

Kiat Memperbanyak Gaharu

Persiapan bibit
Pengembangan tanaman tergantung dari ketersediaan benih dan bibit yang berkualis sempurna dan dalam kuantitas yang cukup banyak. Sebagaimana umumnya tanaman jenis kehutanan/tanaman keras lainnya, pengadaan bibit gaharu bisa didapat melalui :

A1. Generatif :
1.      Perbanyakan dengan biji.
2.      Cabutan : Anakan ( umur 1-3 bulan), Sapihan ( umur 4- 12 bulan ), Stump (1-2 tahun).
3.      Putaran Umur ( 3-5 tahun)
A.2.Vegetatif :
1.      Stek Pucuk/Batang
2.      Cangkok
3.      Kultur Jaringan

Perbanyakan dengan biji

Perbanyakan tanaman melalui biji diawali dengan pengumpulan biji untuk benih. Buah yang diambil untuk benih adalah buah yang cukup matang, ditandai dengan pecah sendiri di atas pohon. Biasanya, dalam satu buah gaharu terdapat 1-3 biji, umumnya 2 biji perbuah. Sebelum jatuh, biji mengelantung selama satu dua hari. Setelah itu, biji jatuh ke tanah dan mulai berkecambah bila kelembapan tanah memungkinkan. Untuk mendapatkan buah gaharu, bisa dengan memasang jaring di bawah pohon induk. Kumpulkan biji setiap hari, kemudian dikeringanginkan. Setelah pecah, semua biji bisa disemaikan.

Biji sebaiknya didapat dari pohon induk alami (seed stand) yang sehat dan subur dengan kriteria sebagai berikut ini.

  • Berakar kuat, dibuktikan dengan pohon yang tumbuh subur dan sehat, batang lurus, tinggi minimal 4,9 meter, diameter di atas 11 cm, banyak cabangnya, rindang bagaikan payung, berbuah setiap saat musim dengan sempurna. Panen raya setiap 4 tahun sekali.
  • Kualitas dan jumlah bijinya per pohonnya bagus dan daya tumbuh benih mencapai 80%.
  • Bibit yang tumbuh di bawah pohon induk rata-rata mencapai minimal 500 batang tingkat semai (seedlking), 200 batang sapihan (wielding), dan tingkat pohon sebanyak 20 batang.
  • Lokasi strategis, aman dari gangguan, dan mudah untuk dijangkau.
  • Pohon induk tahan terhadap hama dan penyakit.
Adapun langkah penyemaian sebagai berikut.

  • Bersihkan biji dari kotoran dan rendam dengan fungisida dan baterisida organik.
  • Semai biji pada bedengan persemaian atau boleh langsung ke polibag. Media tanam untuk semai bisa berupa campura kompos : tanah : pasir (1:1:1).
  • Taburkan biji secara merata dan tutup media semai setebal 1 cm. Lakukan penyiraman dengan sprayer setiap hari secara merata.
  • Tutup bedengan dengan plastik transparan. Setelah berkecambah, buka plastik dan biarkan hingga tumbuh daun 3-4 helai.
  • Pindahkan benih ke polibag setelah berdaun 3-4 helai dengan media tanam berupa campuran tanah : kompos (1 : 1).
  • Letakkan bibit dalam sungkup plastik dan tutup dengan paranet, atau di bawah naungan pohon. Cahaya yang dianjurkan cukup 60% saja. Pelihara bibit hingga tinggi 30 cm up.
Cabutan
Bibit cabutan diperoleh dengan mencabut anakan gaharu di bawah pohon induknya.
1.      Anakan (umur 1-3 bulan)
2.      Sapihan (umur 4-12 bulan)
3.      Stump (1-2 tahun)

Adapun cara mencabutnya sebagai berikut.
1.      Basahi sekitar anakan dengan air, bila tidak hujan.
2.      Cabut perlahan ke atas, boleh dikorek dulu sekitar akar bila agak sulit.
3.      Kumpulkan sesuai tingginya, lalu bungkus dengan kulit pisang.

Pemeliharan pada bedengan
1.      Siapkan polibag dengan media tanam berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1.
2.      Untuk anakan dan sapihan, bisa langsung ditanam di polybag.
3.      Untuk stump, potong akar tunggangnya dan sisakan sepanjang 5-10 cm
4.      Pangkas pucuknya dan sisakan batangnya sepanjang 15-25 cm.
5.      Setelah dipindahkan, siram bibit secara merata dan sungkup dengan plastik transparans rapat-rapat. Tutup pula dengan paranet atau daun, rumput, dan alang-alang.
6.      Setelah tumbuh trubus daunnya, buka sungkup.

Putaran Umur (3-5 tahun)
Cara memindahkan bibit yang usianya di atas 3 tahun, seperti mencangkok, tetapi yang dicangkok adalah bagian akarnya. Adapun tahapannya sebagai berikut.
1.      Potong pucuk setinggi 2,5 meter dan rantingnya, sisakan 3 ranting.
2.      Gali tanaman di sekitar batang hingga sedalam 1 meter.
3.      Potong akar tunggangnya, sisakan setinggi 75 cm. Sisakan pula 2 akar yang ke samping.
4.      Siapkan karung dan lingkarkan ke seluruh akar. Lalu, isi media kompos dan ikat karungnya di pangkal pohon.
5.      Biarkan selam 3-4 bulan sampai tumbuh akar serabutnya.
6.      Setelah 3-4 bulan, potong 2 akar yang ke samping dan pohon putaran siap dipindahkan kelokasi yang diperuntukkan.

Vegetatif :
1.      i. Stek pucuk/batang
·         Pilih bahan stek yang sehat, berdiameter 49-99 mm.
·         Potong dengan pisau tajam yang steril dengan posisi miring sepanjang 9-16 cm dengan jumlah daun 4-6 helai.
·         Lakukan pemotangan pada pagi hari (pukul 06.00-09.00) atau sore hari (pukul 16.00- 18.00).
·         Celupkan pada cairan perangsang tumbuh akar atau bawang putih.
·         Masukkan setek ke polybag yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1.
·         Setelah ditanam, siram merata bibit dan sungkup dengan plastik transparans rapat-rapat, tutup pula dengan paranet, daun, atau rumput alang-alang. Upayakan pencahayaan sekitar 49-62%, kelembapan sebaiknya di atas 80%.
·         Setelah tumbuh trubus daunnya, buka sungkup plastinya secara bertahap.

1. ii. Cangkok :
1.      Pilih bahan dahan yang sehat berdiameter 10-30 cm.
2.      Kerat dengan pisau tajam yang steril pada posisi keliling panjang 9 cm.
3.      Bersihkan dan kerat lapisan sekitar yang hendak dicangkok dan biarkan selama 48 jam.
4.      Siapkan media cangkok berupa kompos, dan bungkusnya berupa plastik atau sabut kelapa.
5.      Tutup dengan media cangkok pada tempat yang telah disiapkan. Biarkan hingga tumbuh akarnya.
6.      Setelah 4-6 bulan (akar telah tumbuh banyak), potong dan bisa langsung ditanam.

1.      iii. Kultur Jaringan:
Sekarang sudah banyak dikembangkan perbanyakan bibit gaharu melalui kultur jaringan. Umumnya, kualitas bibit dari kultur jaringan relatif bagus dan seragam. Sayangnya, harga bibit dari kultur jaringan masih mahal.

Budidaya Bunga Sedap Malam Roro Anteng


Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa) lebih cocok dibudidayakan di tanah liat/lempung (sawah) serta memiliki persediaan air irigasi yang memadai.  Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonan.




Sedap malam merupakan tanaman introduksi dan telah ditanam sejak lama, sehingga dianggap sebagai varietas lokal. Kultivar lokal sedap malam berbunga semi ganda asal Pasuruan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional dengan nama Roro Anteng oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan. Sementara sedap malam berbunga ganda asal Cianjur telah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Hias bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur sebagai varietas unggul nasional dengan nama Dian Arum.




Syarat tumbuh


Sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda lebih cocok ditanam di dataran rendah dengan elevensi di bawah 50 m diatas permukaan laut. Sedap malam berbunga ganda cocok ditanam di daerah dengan elevensi di atas 100 m sampai 600 m diatas permukaan laut. Bila sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda ditanam di dataran sedang, maka bunga yang dihasilkan akan memiliki tangkai bunga yang agak panjang, lentur dan kurang kekar serta malai bunga berbentuk agak panjang dan bagian ujung malai terkulai dengan jumlah kuntum bunga lebih sedikit. Kualitasnya menjadi tidak bagus dan menjadi tidak layak untuk dijual.





Benih


Benih atau bibit sedap malam berupa umbi yang diperoleh dari tanaman produksi yang telah berumur lebih dari 1,5 tahun. Ukuran (diameter) umbi rata-rata 1 – 2 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 – 3 minggu di bawah terik matahari. Sebaiknya umbi disimpan lebih dahulu antara 1 – 2 bulan sebelum tanam dengan tujuan agar setelah ditanam tunas akan lebih cepat


keluar.





Pengolahan tanah


Tanah dibersihkan dari gilma dan dicangkul sampai halus. Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang tergantung luas lahan. Setiap bedengan terdiri dari tiga baris tanaman.




Pupuk dan pemupukan :


Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam, kuda, domba atau kompos yang telah matang (siap pakai). Dosis sebanyak 20 sampai 30 ton/ha atau 2 – 3 kg per m2. Pupuk kandang ditaburkan merata setelah bedengan dibuat dan ditutup dengan tanah pada saat merapikan bedengan (1 minggu sebelum tanam).



Pemberian pupuk kandang berikutnya dilakukan dengan interval 5 – 6 bulan. Pupuk NPK diberikan sebulan setelah tanam atau diperkirakan akar pada umbi telah tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga pupuk yang diberikan dapat diserap langsung oleh tanaman. Dosis pupuk sebayak 200 kg/ha atau 200g/m2. Pemberian pupuk NPK berikutnya dilakukan dengan interval 3 bulan. Selain itu, pupuk daun dapat juga disemprotkan sesuai dengan dosis anjuran


dengan interval 2 minggu.




Penanaman


Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm antar barisan dan 25 cm dalam barisan. Sebelum penanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 cm, kemudian umbi sedap malam dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup dengan tanah.





Hama dan Penyakit


Hama utama yang menyerang tanaman sedap malam adalah thrips (Thaeniothrip sp.), kutu dompolan atau mealybugs (Dysmicoccus brevipes) dan kutu perisai (Coccus sp.). Ketiga hama tersebut akan muncul pada musim kemarau yang panjang.



Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga sedap malam berbunga. Hama tersebut ditemukan pada celah-celah antar daun dan juga pada daun yang masih menguncup. Awal serangan ditandai dengan adanya bekas gigitan pada permukaan daun dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan bila serangan sudah lanjut. Sebagai tindakan awal pengendalian dapat digunakan kertas berperekat warna kuning. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif dimetoat atau diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran.





Pemeliharaan


Pemeliharaan berupa penyiangan dan pengairan dapat dilakukan satu bulan satu kali. Sementara penyiraman dilakukan satu minggu satu kali. Pada musim kemarau yang panjang pengairan dilakukan dengan cara memenuhi saluran antar bedengan dengan air sampai penuh dan dibiarkan satu malam. Tindakan tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah serangan hama kutu dompolan agar tidak sampai ke bagian umbi sedap malam.





Panen bunga


Umumnya tanaman sedap malam akan berbunga pada umur 4 – 5 bulan setelah tanam. Panen bunga sebagai bunga potong dilakukan saat satu atau dua kuntum bunga telah mekar. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai bunga dengan gunting atau menarik tangkai bunga hingga terlepas dari rumpun tanaman. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur 2 tahun setelah tanam. Setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3 – 5 tangkai bunga potong.





Sumber: Tabloid Sinar Tani