1. Penggenangan Parit Kebun
Penggenangan parit kebun (saluran drainase) ketika musim
kemarau sangat dianjurkan untuk dilakukan. Jika tidak terjadi hujan dalam
beberapa hari, sebaiknya parit kebun digenangi untuk menambah kandungan air
tanah sehingga jika turun hujan tidak terjadi peningkatan kadar air yang
mendadak dalam jumlah yang besar. Penggenangan parit ini sekaligus upaya untuk
menjaga kelembaban dan suhu tanah di sekitar perakaran tanaman agar tidak
berubah secara ekstrim ketika terjadi hujan. Untuk penggenangan, kedua ujung
dari parit kebun harus dibuatkan pintu air yang akan dibuka ketika air pasang
dan ditutup kembali ketika air mulai surut sehingga air tertahan di parit kebun
tersebut. Selain air pasang, penggenangan juga dapat berasal dari sumber air
terdekat misalnya sumur yang sengaja dibuat di lahan kebun dan dialirkan ke
parit melalui bantuan pompa air.
2. Pemberian Pupuk Anorganik
Hara terutama N, P, dan K harus diberikan dalam jumlah
yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik. Hara tersebut
diberikan dengan dosis sesuai yang dilakukan petani pada umumnya.
3. Pemberian Pupuk Organik
Selain
menambah hara tanah, pupuk organik juga dapat menambah kemampuan tanah dalam
menyerap dan menyimpan air sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air
terutama di musim kemarau. Dengan demikian jika terjadi hujan fluktuasi kadar
air, suhu, dan kelembaban tanah tidak terlalu besar sehingga dapat mengurangi
resiko terjadinya pecah buah.
4. Pemasangan Mulsa
4. Pemasangan Mulsa
Mulsa diperlukan untuk mengurangi penguapan air tanah
sehingga pada musim kemarau tanah tidak terlalu kering. Gulma yang telah
disiang dapat digunakan sebagai mulsa untuk menutupi permukaan terumbu tanaman
jeruk.
5. Penambahan Hara Kalsium
5. Penambahan Hara Kalsium
Kalsium (Ca) berperan dalam meningkatkan permeabilitas
sel sehingga lebih mampu mengimbangi pembesaran buah yang cepat ketika turun
hujan akibat tanaman menyerap hara dan air yang lebih banyak dibandingkan saat
musim kemarau dimana hara banyak yang tidak terlarut dan sulit diserap tanaman.
Pupuk Ca diberikan dengan cara dikocor (drenching) dengan dosis 2 gram/liter
sebanyak 10 liter larutan pupuk Ca/tanaman. Pupuk Ca diberikan sebanyak 3 kali
yaitu pada awal, pertengahan, dan akhir stadia cepat pertumbuhan buah.
6. Penambahan Hara Boron
6. Penambahan Hara Boron
Selain
Kalsium, Boron merupakan unsur hara yang penting untuk mengurangi terjadinya
pecah buah. Pupuk Boron diberikan dengan cara disemprotkan ke tajuk tanaman
dengan dosis 1 gram/liter. Pupuk Boron diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada
awal dan akhir stadia pertumbuhan cepat buah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar