| Sumber Gambar: Ir. Hery Pasulu, MP |
Mahoni (Swietenia spp), berasal dari Amerika tengah dan Selatan. Pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1872, dan mulai dikembangkan dalam skala luas di Jawa pada tahun 1897.
Pohon ini termasuk keluarga Meliaceae dan di Indonesia terdapat dua jenis yaitu Swietenia macrophyllia King (Mahoni daun besar) dan Swietenia mahagoni Jaq (Mahoni daun kecil). Mahoni daun lebar memiliki pertumbuhan relatif lebih cepat dibandingkan mahoni daun kecil.
1. Pengadaan biji
untuk memperoleh produktivitas kayu dan mutu tegakan yang tinggi perlu diupayakan pemakaian bibit yang baik. Bibit yang baik diperoleh dari pohon yang benihnya telah berumur lebih dari 20 tahun. Pengambilan biji dilakukan apabila buah sudah masak yang berwarna coklat tua.
2. Penaburan Biji
a. Media tabur, yang digunakan adalah tanah dicampur pasir dengan perbandingan 2 : 1, kemudian
disaring dengan kawat saringan. Penaburan benih dilakukan secara merata ke seluruh permukaan media.
disaring dengan kawat saringan. Penaburan benih dilakukan secara merata ke seluruh permukaan media.
b. Cara lain penaburan biji, dapat dilakukan ke dalam bak besar atau kantong plastik yang sudah diberi lobang-lobang kecil. Pada cara ini tidak diperlukan penyapihan bibit, tetapi diperlukan penyulaman pada kantong plastik yang bijinya tidak tumbuh. Perlakuannya hampir sama seperti bibit yang disapih. Untuk menjaga kelembaban pada bedeng tabur, dilakukan penyiraman secara hati-hati.
3. Penyapihan
Benih yang mulai berkecambah atau sudah mempunyai 2 – 4 helai daun dapat dipindahkan ke dalam kantong plastik (polybag) yang telah diisi media. Komposisi yang umum dipakai adalah campuran pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 7 : 2 : 1.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyapihan bibit antara lain :
a. Pencabutan semai dari bedeng tabur harus hati-hati dan akar tidak boleh patah/rusak.
b. Semai ditanam dalam kantong plastik berdiri tegak dan akar semai jangan melipat.
c. Semai terhindar dari luka
d. Penyapihan dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan dilakukan dibawah naungan.
Bibit siap ditanam di lapangan setelah
berumur ± 6 bulan dengan tinggi ± 25 cm (dari pangkal batang sampai ujung
daun), bagian batang bibit berkayu, diameter bibit > 2 mm, sehat dan segar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar