Senin, 03 November 2014

Budidaya Tanaman Karet

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu:




  • Salah satu komoditi penghasil devisa negara.
  • Tempat persediaanya lapangan kerja bagi penduduk.
  • Sumber penghasilan bagi petani karet
Syarat-syarat Tumbuh
1. Tanah
  • Tanah harus gembur
  • Kedalaman antara 1-2 meter
  • Tidak bercadas
  • PH tanah 3,5 - 7,0
  • Ketinggian tempat anatara 0 - 400 meter, paling baik pada ketinggian 0 - 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
  • Iklim
  • Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 - 150 hari, curah hujan optimum 2.500 - 4.000 mm.
  • Hujan selain bermanfaat bagi pertumbuhan karet, ada hubungannya dengan pemungutan hasil, terutama jumlah hari hujan sering turun pada pagi hari
  • Unsur angin berpengaruh terhadap ;
  • Kerusakan tanaman akibat angin kencang,
  • Kelembaban sekitar tanaman,
  • Produksi akan berkurang.
PERSIAPAN LAHAN
 
Pengolahan Lahan.
  1. Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
  2. Penyacaran lahan dari rumput yang ada.
  3. Pembajaan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru.
Pencegahan Erosi
  1. Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
  2. Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
  3. Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut : Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US) lalu Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US.
  4. Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.
PENANAMAN
  1. Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
  2. Jarak tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
  3. Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
  4. Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 - 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens
  5. Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.
PEMELIHARAAN
 
1. Penyulaman
  • - Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
  • - Tanaman yang mati segera diganti.
  • - Klon tanaman untuk penyulaman harus sama.
  • - Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
  • - Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.

2. Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
 
3. Merangsang Percabangan
Bila tanaman 2 - 3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
  • - Pengeringan batang (ring out)
  • - Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
  • - Penanggalan (tapping)
4. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama - 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk. 

Umur
(Bulan)
 Dosis (gram/pohon)
 Urea  Rock
Pospat
 MOP  Klersit
Pupuk dasar        
2 - 3
-
200  - -
 7 - 8  75 150 50 50
 12  100 175 62 50
18  100 175  62 50
24 250  400 150  100
 36  275 400 200 100
 48  300 400 200 100
cat : Jenis Pupuk dapat diganti asalkan kandungan unsur haranya setara.

Tumpangsari/Tanaman sela/intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :
  • - Topografi tanah maksimum 11 (8%)
  • - Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 - 2 tahun.
  • - Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter.
  • - Tanaman sela harus di pupuk.
  • - Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah.
TEKNIK PERLINDUNGAN TANAMAN
 
HAMA
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:
 
1. Kutu Lak (Laccifer)
Ciri-ciri :
  • - Menyerang tanaman karet dibawah 6 tahun.
  • - Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
  • - Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
  • - Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
  • - Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.
  • Pengendalian :
  • - Lakukan pengawasan sedini mungkin.
  • - Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
  • - Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg.
2. Pscudococcus Citri
Ciri-ciri :
  • - Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
  • - Meyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun.
  • Pengendalian :
  • - Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
  • - Interval penyemprotan 1-2 mg
PENYAKIT
Penyakit adalah gangguan yang terus menerus pada tanaman yang disebabakan oleh patogen, virus, bakteri dan jasad renix lain.
Beberapa jenis yang cukup merugikan antara lain:
 
1. Penyakit Embun Tepung.
Penyebab
Gejala
 
 
Pengendalian
:
:
 
 
:
-
-
 
-
-
 
 
 
Cendawan
Oidium heveae
Menyerang
daun muda lalu  berbintik putih dan merangas   
Umumnya
menyerang setelah musim gugur daun.
Secara
mekanis dengan menanam klon yang sesuai ,   
pemeliharaan yang intensif,  penyelarasan beban sadapan
Secara
kimiawi dengan belerang circus dosis 3 – 5 Kg/Ha interval 3 – 5 hari.
 
2.    Penyakit Daun Colletotrichum
Penyebab
Gejala
 
 
 
Pengendalian
:
:
 
 
 
:
-
-
 
-
 
-
Colletotrichum
gloeosporioides
Daun muda cacat dan  gugur,
pucuk gundul daun bercak coklat, ditengah  bercak berwarna
putih                        
bintik hitam (spora)
Penyebab
oleh angin dan hujan 
Dengan
Fungisida
 
3.     Penyakit Kanker garis.
Penyebab
Gejala
 
 
 
 
 
 
Pengendalian
:
:
 
 
:
 
:
 
:
-
-
 
 
-
 
-
 
-
 
Phytophthora palmivora butl
Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna
hitam dan bisa masuk  sampai kebagian kayu dan kulit membusuk
Banyak
timbul dimusim  penghujan dan kebun yang    
terlampau
lembab
Makin
rendah irisan, kemungkinan infeksi
makin                        
besar.
Secara mekanis penjarangan pemangkasan
pelindung,      penanaman penutup tanah.
Secara
Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)
 
4.     Penyakit Jamur Upas.
Penyebab
Gejala
 
Pengendalian
 
:
:
 
:
-
-
 
-
Cortisium salmonicolor
Tajuk pada
dahan / cabang akan layu sehingga tanaman
 lemah
dan produksi turun.
Secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan
fungisida
bahan aktif tridermof  (Calizin Rm 2%).     
 
5.    Penyakit Bidang Sadapan

Penyebab
Gejala
 
 
Pengendalian
:
:
 
 
:
-
-
 
-
-
Ceratocystis
Fimbriata
Menerang
kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu lalu
Penyebaran
melalui spora  spora dan pisau sadap
Secara
mekanis dengan mengurangi kelembaban.
Secara
kimiawi dengan Fungisida bahan aktif  benomil   
dan Kaptofol
 
6.     Penyakit Cendawan Akar putih.
Penyebab
Gejala
 
 
Pengendalian
 
 
 
 
 
:
:
 
 
:
-
-
 
 
-
 
-
-
-
 
Cendawan
Fomes Lignosus
Daun
kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur
Tanaman
bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih
kekuningan    
Secara
mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar
Penanaman
1-2 tahun  setelah pembongkaran
Tanaman
sakit dibongkar lalu dibakar
Secara kimiawi akar yang terserang dipotong
lalu  diolesi
fungisida.   

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar